Membentuk Mental yang Kuat dalam Bisnis

ptg02808964

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah berjalan, suka tidak suka, senang tidak senang, ini sudah terjadi. Tidak perlu lagi kita menyesali yang sudah terjadi, yang perlu kita lakukan menghadapi dengan kepala tegak, bahwa kita BISA dan MAMPU.

Semakin banyak kita mengeluh, semakin banyak energi yang terbuang sia-sia, agar tidak terbuang sia-sia maka mulai hari ini, lakukan untuk mengencangkan otot bisnis kita.

Ibarat latihan barbel, ketika mulai mengangkat barbel tentulah muncul rasa tidak nyaman, rasa sakit dan seterusnya, tetapi ketika ini sering kita lakukan, maka rasa sakit akan hilang, yang muncul rasa nyaman bahkan akan meningkatkan massa otot kita.

Begitupun dengan bisnis, ketika kita tidak pernah latihan, biasanya akan muncul penolakan alias mental block dalam diri kita.

“Saya kan gak bisa jualan”

“Saya kan bukan dari keturunan pengusaha” dan sebagainya

Mental block inilah yang harus kita hilangkan dalam diri kita. Semua hal awalnya mungkin dipaksa, lalu terpaksa, hingga menjadi terbiasa. Bisnis juga sama, bukan persoalan skala bisnisnya tetapi seberapa besar mentalitas bisnis kita.

Itu hanya bisa terjadi ketika kita memiliki masalah-masalah dalam bisnis. Ingatlah selalu, bersama-sama kesulitan ada kemudahan. Tuhan tidak akan menguji sebuah kaum melampaui batas maksimalnya.

Sikap mental yang kuat dan pantang menyerah inilah yang dibutuhkan oleh seorang calon pengusaha karena mereka akan mengahadapi kesulitan dan hambatan yang akan mengganggu kinerja bisnis Anda.

“Calon pengusaha harus siap mental siap rugi bahkan bangkrut. Tapi juga harus siap mental untuk menjadi besar,” tutur  Billy Boen, Author & Founder of Young On Top.

Untuk membentuk mental berani memang tidaklah mudah, namun ini bisa diakali dengan melatihnya, misalnya berani mencoba memulai bisnis, berani mengambil resiko/keputusan dengan cepat adalah tantangan dalam berbisnis yang pasti dihadapi.

Selain itu yang perlu dibangun dalam melatih mentalitas bisnis adalah Trust (kepercayaan) dan Captive market (pasar sekitar kita).

Apa itu trustTrust menurut Jack Welch, mantan Direktur Utama General Electric “Anda tahu ketika Anda merasakannya”. Sederhananya, kepercayaan berarti keyakinan, lawan dari ketidakpercayaan alias kecurigaan. Dengan kepercayaan maka itu adalah modal dasar melatih otot bisnis kita. Bisa Anda bayangkan, ketika Anda 3 tahun memupuk kepercayaan terhadap masyarakat sekitar Anda, maka itulah sebenarnya modal bisnis Anda melatih otot bisnis Anda.

Orang melihat apa yang Anda perbuat, bukan sekedar ucapan Anda. Kesesuaian antara walk dan talk adalah modal Anda memupuk rasa trust.

Yang kedua adalah captive market (pasar sekitar Anda), lanjutan dari trust adalah pasar. Dengan adanya pasar, maka semua potensi akan menjadi sebuah nilai.  Inilah yang harus kita rebut untuk bisnis kita. Pasar akan menyeleksi sendiri mana produk yang akan bertahan mana yang tidak sesuai dengan hukum permintaan pasar. Pilihlah pasar yang potensial untuk menjual produk Anda dan biarkanlah produk Anda berkompetisi untuk mendapatkan keuntungan. (nas)

Sumber: http://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/membentuk-mental-yang-kuat-dalam-bisnis-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s