Bangun Bisnis Dari Nol, Thai Lee Jadi Salah Satu Wanita Terkaya di Amerika

0521_power-women-thai-le_1200x675.jpg

Hidup tidak ada yang bisa mengira. Seseorang yang sebelumnya biasa saja berkat dedikasi dan kerja keras akhirnya bisa menjadi orang sukses dan menjadi role model bagi orang lain.

Hal itu yang terjadi pada Thai Lee. Tidak banyak orang yang mengenal dia, dahulu dia hanyalah seorang pelajar yang mengeyam studi di Amerika Serikat. Namun tak dinyana, saat ini Thai Lee sukses berkat perusahaan yang dipimpinnya menjadi salah satu perusahaan ternama di Amerika Serikat dan menjadi seorang miliarder.

Ia wanita yang memiliki bisnis yang cukup besar di Amerika. SHI merupakan perusahaan yang dipimpinnya. Di bawah manajemennya, SHI mampu menjadi sebuah perusahaan yang cukup banyak mendulang keuntungan. SHI merupakan perusahaan yang mempunyai fokus bisnis menjual perangkat keras dan lunak yang memberikan solusi sesuai dengan keinginan pelanggan.

Perusahaan ini mempunyai kinerja yang cukup baik. Omzet penjualannya mencapai US$ 6 miliar dengan jumlah pelanggan mencapai 17.500 pelanggan yang mencakup beberapa client ternama seperti Boeing, Johnson & Johson dan AT & T. Angka penjualan pun mengalami pertumbuhan 14 persen dari tahun sebelumnya.

Lee bekerja dengan dasar kepercayaan. Melayani pelanggan adalah sebuah dasar yang ia pegang dalam menjalankan bisnis. Satu hal yang selalu dipegang oleh Lee adalah membuat karyawan nyaman bekerja dan menyenangkan pelanggan.

“Kami tidak terlalu berlebihan dalam memberikan pelayanan. Namun yang bisa kami pastikan adalah kami mencoba memastikan bahwa semua orang merasa dihargai,” katanya.

Berbisnis sejak kecil

Ayah Lee adalah seorang ekonom terkemuka di Korea Selatan. Wanita kelahiran Bangkok ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang menghabiskan masa kecilnya di Korea Selatan. Sejak kecil memang sudah terlihat darah bisnis. Ia selalu mengerjakan sesuatu dengan rajin dan siap dengan apapun kemungkinan yang terjadi.

“Jika Anda berada di Korea Selatan, Anda akan berpikir apa yang terjadi jika Korea Utara menyerang,” jelas Celeste Lee yang merupakan adiknya. “Lee selalu mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan merencanakan hidup kami,” imbuhnya.

Saat remaja, Lee pindah ke Amerika. Lee melanjutkan sekolah sehingga akhirnya mendapat gelar di bidang ekonomi dan juga biologi. Setelah lulus ia kembali ke Korea Selatan dan bekerja di sebuah perusahaan yang membuat suku cadang mobil Daesung Industrial Co. di Seoul.

Pada tahun 1985 Lee lulus dari Harvard Business School setelah sebelumnya dia bekerja sambil menyisihkan penghasilannya untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat.

Setelah itu ada keinginan untuk menjadi pengusaha. Pada usia 30, ia mencoba mendirikan perusahaan sendiri. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Lautek, perusahaan perangkat lunak di New Jersey memiliki divisi kecil yang mendapat izin untuk menjual perangkat lunak Lotus 1-2-3.

Lee pun mengambil alih usaha divisi tersebut dengan uang yang dia tabung ditambah dengan pinjaman dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Kemudian ia memberikan nama perusahaan tersebut dengan nama yang merupakan cikal bakal perusahaannya saat ini yaitu Sofware House Internasional (SHI).

Dengan kegigihannya SHI pun kemudian menjadi sebuah perusahaan besar dan Lee menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika. (nas)

Sumber: http://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/bangun-bisnis-dari-nol-thai-lee-jadi-salah-satu-wanita-terkaya-di-amerika-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s