Berawal Dari Kekurangan Uang Jajan, Kartika Sukses Jadi Pengusaha

CdgCA2vUkAE4TcO.jpg-large.jpeg

Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Kalimat bijak ini sangat diyakini kebenarannya bagi Kartika Setiawan. Pasalnya, ia bisa menjadi pengusaha kue kering yang cukup sukses seperti saat karena didorong oleh faktor kondisi yang tidak nyaman tersebut.

“Saya memulai bisnis ini (kue) awalnya untuk mengatasi uang jajan yang kurang memadai dari orang tua,” ungkap Kartika saat ditemui dalam acara diskusi yang bertajuk “Menentukan Arah Kewirausahaan” di Gedung SMESCO, Rabu (2/3/2016).

Dengan alasan itulah Kartika mencoba untuk memilih wirausaha sebagai solusi untuk masalahnya tersebut. Kartika pun kemudian memutuskan untuk membuka usaha kering. Kebetulan ia memiliki resep kue yang sangat enak dari orangtuanya.

“Tahun 2011 saya memutuskan memulai usaha kue kering. Keputusan ini juga didukung dengan hobi sang suka memasak,” kata mahasiswa jurusan manajemen ini.

Modal awal sebesar Rp5 juta, ia gunakan untuk membeli oven dan peralatan kue sebagai pendukung usahanya. Di rumahnya yang berada di Jalan Karya Selamat, Medan Johor, ia pun mulai memproduksi aneka kue kering andalannya.

“Untuk tahap awal, saya memasarkan kue kering buatan saya ke tetangga, lingkungan kampus dan teman-teman melalui media sosial,” papar Kartika.

Gayungpun bersambut, tak disangka, kue kering buatannya disukai banyak orang. Respon positif tersebut mambuatnya semakin bersemangat untuk menekuni usaha itu.

Namun diakui oleh Kartika, usaha yang  ditekuni suluruhnya berjalan mulus. Semua hal tersebut dianggap suatu yang wajar.

“Yang penting kita tidak mudah menyerah menghadapi halangan dan rintangan tersebut,” ungkapnya.

Kini, usaha kue kering Kartika sudah berjalan stabil. Dengan dibantu oleh 15 orang karyawan, ia  mampu menghasilkan lebih dari 600 toples kue kering perbulan dengan omset mencapai Rp 350 Juta.

Kartika memasarkan produknya hingga ke seluruh Sumatera dengan dibantu sekitar 50-an reseller. Ia juga bekerjasama dengan beberapa toko dan supermarket di Medan.

Untuk bahan baku, Kartika mendapatkannya dari Malaysia yang setiap minggunya Ia pergi berbelanja ke sana. “Medan kan dekat dengan Malaysia, harganya lebih murah dan kualitasnya bagus daripada di daerah Medan. Kalau di Jakarta mungkin kulitasnya ada yang bagus,” pungkasnya.

Pada musim tertentu Kartika kebanjiran order kue kering seperti Imlek, Idul Fitri, Idul Adha dan hari besar lainnya. “Karena di Aceh Idul Adha lebih ramai, saya pergi ke Banda Aceh untuk menjual kue kering dan memang banyak orderan pada saat-saat itu,” tandas Kartika.

Sumber: http://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/inspirasi-bisnis/berawal-dari-kekurangan-uang-jajan-kartika-sukses-jadi-pengusaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s