CEO Jarvis Store: Google Launchpad Accelerator untuk Selangkah Lebih Maju Kembangkan UKM Indonesia

Google Launchpad Accelerator kembali digelar untuk kedua kalinya. Indonesia masih turut serta dalam kegiatan tersebut, bersama dengan beberapa negara termasuk India dan Brasil.

berita-bisnis-ceo-jarvis-store-google-launchpad-accelerator-untuk-selangkah-lebih-maju-kembangkan-ukm-indonesia

Program pembinaan startup tersebut memberikan fasilitas mentor dan sokongan dana hingga 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 666 juta, tanpa keterikatan saham. Tujuan program ini untuk menemukan startup yang bisa berpengaruh besar pada pasar lokal.

Tahun ini, ada enam startup karya anak bangsa yang terpilih untuk unjuk gigi selama dua minggu di markas Google, Silicon Valley, AS. Jarvis Store, menjadi salah satu dari enam startup asal Indonesia yang terpilih untuk ke Sillicon Valley.

(Baca juga: Timba Ilmu, Enam Startup Indonesia akan Berguru ke Markas Google)

Jarvis Store merupakan platform jasa pembuatan situs web toko online yang instan dan anti ruwet. Prosesnya diklaim cepat, memiliki fitur lengkap, menyediakan beragam template, pembayaran lengkap, dan gratis selamanya.

Tim Smartbisnis berkesempatan mewawancarai CEO Jarvis Store, R. Frianto Moerdowo, di tengah-tengah kesibukannya dalam persiapan Google Launchpad Accelerator di Negeri Paman Sam tersebut. Berikut hasilnya:

Bagaimana sih awal mula terciptanya Jarvis Store?

Sewaktu kuliah di HELP University Malaysia, saya bersama dua teman, Gusindra dan Yusida pernah bekerja sampingan dengan menyediakan jasa web development. Banyak klien datang untuk dibuatkan toko online.

Saat itu, waktu pembuatan satu toko online masih lumayan lama, bisa memakan waktu 2 minggu – 1 bulan. Harga pembuatan website pun relatif mahal, bisa mencapai puluhan juta untuk pembuatan satu toko online. Saat itu, kami merasa harga tersebut tidak terjangkau untuk UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Dari situ ide bisnis lalu datang. Dengan modal awal Rp30 juta, saya bersama Gusrinda dan Yusida lalu berinisiatif membuat platform toko online yang dapat membantu pelaku UKM memiliki tokoonline dengan cepat dan terjangkau.

Pada awalnya, Jarvis Store hanya beroperasi di desktop. Tetapi melihat pertumbuhan penggunamobile yang meningkat, dirinya memutuskan untuk fokus menggarap pasar mobile dan meluncurkan aplikasi Jarvis Store di Google Play. Kenapa di Google Play? Karena ia mengamati bahwa para pelaku UKM Indonesia lebih banyak menggunakan Android.

Bagaimana perjalanan Jarvis Store sampai bisa ke markas Google.

Jarvis Store berdiri pada Mei 2013 dengan basis di Bali. Sejak awal berdiri, Jarvis Store memiliki “misi” membantu pelaku UKM untuk membangun sebuah toko online profesional dengan cara yang mudah dan singkat. Untuk membedakan diri dari kompetitor lain, sejak Maret 2014 Jarvis Store memutuskan untuk fokus membidik para pelaku UKM yang menggunakan perangkatmobile dengan meluncurkan aplikasi beta Jarvis Store di Google Play. Peluncuran ini juga mengukuhkan Jarvis Store sebagai platform pembuat website e-commerce pertama di Indonesia yang memiliki aplikasi mobile.

Pada tahun 2013 pula, Jarvis Store mengikuti Lomba Startup yang digelar oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), Indigo Incubator, dan berhasil keluar sebagai juara. Pada tahun itu, tema yang diusung Indigo Incubator 2013 adalah “Building Strong Digitalpreneur”.

Sebagai juara Indigo Incibator 2013, Jarvis Store mendapatkan pre-seed funding dari Telkom, serta berbagai macam dukungan dalam bentuk fasilitas dan layanan yang disediakan oleh Telkom. Dan hingga saat ini, kami masih mendapatkan funding dari Telkom untuk terus mengembangkan Jarvis Store, hingga kami bisa sampai ke markas Google.

Indigo Incubator merupakan program apresiasi Telkom kepada startup/entrepreneur yang dinilai berhasil membuat ide, produk, maupun bisnis inovatif digital yang diinginkan pelanggan (‘right product’), serta mendorong tumbuhnya digitalpreneur baru dalam industri digital.

Kegiatan apa saja yang dilakukan di markas Google?

Kegiatan Google Launchpad Accelerator akan dimulai tanggal 13 Juni mendatang dan akan berlangsung selama dua minggu. Setelah menghabiskan dua minggu di Sillicon Valley, Jarvis Store bersama lima startup Indonesia terpilih lainnya akan menjalani enam bulan mentorship serta akses ke alat bantu dan referensi dari Google.

Startup yang terpilih dalam program ini juga akan mendapatkan ‘kredit’ produk dan publisitas dari Google. Hal ini merupakan salah satu langkah untuk merealisasikan misi Google melatih 100.000 pengembang Indonesia hingga 2020 mendatang.

Apa yang Jarvis Store harapkan dari Google Launchpad Accelerator

Seperti yang sudah dijelaskan, nantinya kami, para startup, akan mendapatkan mentorship dari Google.  Dalam mentorship nantinya kami akan belajar bagaimana agar startup bisa menyentuh pasar dengan skala yang lebih besar atau bagaimana membuat design dari UI UX.

Mentorship ini sangat membantu kami para startup untuk lebih berkembang. Jarvis Store bisa mendapatkan pengalaman berharga karena tidak semua startup bisa mendapatkan mentor yang tepat.

Jarvis Store sendiri kan memang dibuat dengan fokus membidik para pelaku UKM. Google pun punya tujuan untuk lebih menjangkau pelaku UKM Indonesia. Lewat Google Launchpad Accelerator kami berharap Google membantu mewujudkan kami untuk membantu para UKM Indonesia agar lebih mengenal teknologi digital dalam bisnisnya.

Punya pesan untuk startup pelaku UKM Indonesia?

Banyak startup baru yang gagal di tengah jalan karena kurangnya atau gagal mendapatkan pendanaan karena fokus pada hal lain selain produk. Padahal, salah satu cara untuk mendapatkan pendanaan, yang pertama adalah dengan fokus pada produk.

Dengan fokus pada produk, kita akan mencari pangsa pasar yang cocok untuk produk kita, yang hasilnya akan membawa pelanggan untuk usaha kita. Produk yang bagus akan percuma tanpa pelanggan.

Kedua, para pelaku bisnis startup harus bisa mengidentifikasikan masalah (identify problem). Baik sebelum atau dalam proses pengembangan bisnis, pelaku bisnis harus bisa mencari tahu apa yang paling dibutuhkan masyarakat sebagai pelanggan. Dengan mengetahui apa yang diinginkan masyarakat, para pelaku bisnis dapat membuat produk yang cocok untuk pelanggan. So, pelaku bisnis jangan malas untuk melakukan riset pasar.

Setelah mengetahui apa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat (pelanggan), hal ketiga yang harus dilakukan pelaku bisnis adalah solving problem. Buatlah produk yang dibutuhkan banyak orang. Jarvis Store sendiri dibuat karena para pendirinya ingin mempermudah para pelaku usaha untuk membuat toko online. Maka kami membuat sebuah startup yang memungkinkan para pelaku UKM dapat membuat sendiri toko online-nya secara lebih mudah dan murah.

Tidak sampai disitu, kami juga meluncurkan Jarvis Store versi mobile di Google Play Store karena melihat kebutuhan pelanggan agar bisa mendapatkan akses untuk memantau bisnis kapanpun dan dimanapun.

Demikian hasil perbincangan kami dengan CEO Jarvis Store, R. Frianto Moerdowo. Menyimak hasil kesuksesan Jarvis Store serta 5 startup lainnya, semoga di waktu yang akan datang semakin banyak Startup asal Indonesia yang sukses dan diakui mancanegara.(puS) 

Selamat berbisnis! 

Sumber:

http://www.smartbisnis.co.id/content/read/berita-bisnis/umum/ceo-jarvis-store-google-launchpad-accelerator-untuk-selangkah-lebih-maju-kembangkan-ukm-indonesia

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s