Pelajaran Bisnis dari Kegagalan Levi’s Strauss

belajar-bisnis-pelajaran-bisnis-dari-kegagalan-levis-strauss-

Untuk bisa bertahan atau memenangkan persaingan di pasar, inovasi memang diperlukan. Namun, bila salah perhitungan, bukan untung yang diperoleh, melainkan buntung. Hal ini bisa kamu pelajari dari pengalaman Levi Strauss yang pernah gagal.

Awalnya, Levi Strauss menciptakan celana dari bahan denim untuk para penambang emas di wilayah San Fransisco pada 1853 dan mendapat respon positif. Secara tak langsung, celana jins menjadi seragam tak resmi para penebang pohon, pekerja konstruksi, pekerja rel kereta api, penambang, dan petani.

Beberapa dekade kemudian, anak muda juga menyukai celana jins. Tak butuh waktu lama hingga celana ini menjadi bagian dari tren fesyen dunia. Pada 1971, Levi’s memutuskan melantai di bursa dengan menjadi perusahaan publik.

Levi’s ingin bisnisnya tumbuh agresif. Akhirnya merek ini menjual ragam produk dengan bahan non denim untuk menyasar semua jenis konsumen. Bahkan, demi melayani konsumen perempuan, Levi’s mengakuisisi beberapa merek pakaian lain.

Alhasil, lini produksi Levi’s pun makin banyak dan membuat perusahaan tak fokus melakukan pemasaran. Lebih parah, produk dari perusahaan yang sudah diakuisisi tak memberi kinerja bagus dan menjadi beban perusahaan.

Untungnya, produk utama berupa celana jins terus tumbuh. Pada 1981, Levi’s berhasil menjual 502 juta unit celana jins di Amerika Serikat saja. Melihat adanya kesalahan fokus bisnis, Levi’s memutuskan menjual semua bisnis perusahaan yang tak berhubungan dengan jins.

Pada 1990an, terjadi perubahan selera dalam industri fesyen yang membuat angka penjualan celana jins menurun. Hal ini diperparah banyaknya pesaing yang mencoba merebut pangsa pasar Levi’s. Levi’s kewalahan dan mengalami penurunan kinerja.

Pada 1990, pangsa pasar Levi’s yang mencapai 48,2% akhirnya turun menjadi 25% pada 1998. Ini menjadi pukulan telak bagi Levi’s selaku inovator dan pemimpin pasar.

Ada pelajaran untukmu dari kisah Levi’s tersebut. Pertama, jangan masuk ke pasar baru yang belum kamu kuasai. Kedua, jangan terburu-buru melakukan terobosan produk. 

Selamat berbisnis!

Sumber: http://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/inspirasi-bisnis/pelajaran-bisnis-dari-kegagalan-levis-strauss-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s